Langsung ke konten utama

Susahnya Jadi Anak Tuhan

Hayoo, siapa aja yang merasa benar dengan judul post saya ini? selama masih hidup di dunia susahnya minta ampun untuk jadi anak Tuhan benar tak? godaan yang begitu banyak di dunia ini, tekanan yang begitu banyak juga menekan kita, serta ketidakmampuan kita sendiri untuk menguasi sikap kita. Masih ingat ga saya uda resign dari kerjaan dan saat ini menganggur hehehe..

Oke, saya mau cerita pengalaman saya interview dibeberapa perusahaan di Indonesia. Saya keluar dari kerjaan saya karena pekerjaan saya yang mengharuskan saya memanipulasi beberapa data perusahaan yang berhubungan dengan pajak. Saya mengerti sekali peraturan perpajakan di Indonesia pun masih sulit dimengerti dan masih diranah abu-abu serta banyak peraturan yang masih tumpang tindih. Tapi, ga ada salahnya untuk tetap mengikuti setiap rule yang berlaku di negara kita. Saya tidak pernah mikir, ya karena pajak di negara kita juga banyak di selewengkan oleh oknum2 yang ada sehingga kita berhak untuk tidak mematuhi peraturan yang ada. Tugas kita hanya mematuhi pemerintahan yang berkuasa seperti yang dikatakan di Alkitab. Tapi, ya sudahlah itu kan pilihan hehe..

Ya, jadi saya sudah interview di beberapa perusahaan which is emang bukan perusahaan yang besar dan terkenal, perusahaan kecil dan menengah, di beberapa perusahaan tersebut ada yang memang 100% tidak memanipulasi data dan hanya memanfaatkan manajemen pajak yang memang legal dengan baik, tapi ada juga yang memberikan saya statement bahwa kamu terlalu idealis, ga ada perusahaan yang tidak memanipulasi data pajak mereka. whatsss??? benarkah?? oh ya yang terakhir saya interview yaaa hari ini, dia bilang saya bingung sama kamu, jadi kriteria akunting seperti apa yang kamu mau?? semua akunting ya pasti ga ada yang jujur. Oh My GOD, hahaha oke saya ga peduli apakah perusahaan anda clean atau ga, yang saya peduli adalah saya ga mau ditempatkan diwilayah yang kotor. Saya ga peduli juga berapa banyak rekening yang anda sembunyikan dan tidak dilaporkan ke pajak, tapi saya peduli saya ga mau kerjaan saya mengharuskan saya mengarang sesuatu yang memang tidak ada. Woh susah kan ya hidup di dunia ini hahaha.. dan lebih susahnya adalah mereka ga bisa mengerti apa yang menjadi prinsip saya dalam bekerja maupun bertindak. Ya sudahlah..

Ini point utamanya, sore ini saya saat teduh dengan judul "jempol tangan di atas", dengan natsnya dari kejadian, yang mana ceritanya si Nuh dan saya takjub hahaha.. semuanya sesuai dengan apa yang saya gumulkan daritadi sepulang saya interview. Di renungan hari ini dikatakan bahwa Nuh memegang apa yang benar di dunia yang penuh dengan kejahatan yang membuat Allah murka dan tidak perlu takut untuk jadi satu-satunya yang menentang arus dalam dunia ini, karena Dia selalu mendengar kita. Keren kan.... sesuai banget sama yang saya alami, Dia ga akan tinggal diam ketika anakNya melakukan apa yang benar dimataNya dan Dia yang justru akan membantu kita walaupun kita jadi satu2nya di dunia ini. woooooohhh.... Renungan hari ini semakin meyakinkan saya untuk tetap berpengang pada prinsip yang saya lakukan, saya ga mau kalau harus berada di ranah yang membuat saya tidak berkenan di hadapan Tuhan, bukankah Dia sang pemilik hidup? Burung saja Dia pelihara, ga mungkin Dia ga pelihara saya yang segede ini, apalagi saya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan sebagai anakNya. He is so good all the time and He never be late.

Komentar